Buku Cetak
Mei Hwa : Dan Sang Pelintas Zaman
Mei Hwa adalah gadis Tionghoa. Ia sempurna. Cantik, baik hati, ramah, sopan, sangat berbakti kepada orangtuanya, dan yang paling penting dia cerdas sampai akhirnya dia berkuliah di UNS Fakultas Kedokteran, merantau jauh dari keluarganya yang membuka toko elektronik di Jakarta. Sayang seribu sayang, Mei Hwa harus menghadapi cobaan saat tahun 1998, saat dia menginjak semester enam, huru-hara di Jakarta membinasakan keluarganya, bahkan Mei Hwa sendiri diperkosa.
Setelah diperkosa Mei Hwa kemudian jadi gila. Ia dipindah ke RSJ. Ia mengaku dirinya burung kutilang. Apalah daya memang kenyataan berjalan menyedihkan. Mei Hwa berhasil kabur. Bahkan ia berkelana kembali ke Solo. Di sana dia bertemu perempuan tua yang mengaku kayu, sebenarnya dia adalah Ayu yang telah paham betul makna kehidupan, kisah Ayu pun diceritakan di buku ini, lebih tragis dari Mei Hwa si gadis Tionghoa. Ayu sejak kecil telah mengalami pelecehan seksual, bahkan ia pernah menjadi anggota PKI, tepatnya Gerwani, ia telah rusak, namun kini tobat.
Membaca novel ini, sangat kental suasana sejarahnya. Suka sekali karena unsur tersebut berbaur mantap dengan plot cerita. Karakterisasinya tiap tokohnya pun apik. Sungguh ini novel pertama penulis yang saya baca, buku ini benar-benar menghipnotis saya. Afifah memang lihai membuat sebuh cerita yang penuh pesan.
Tidak tersedia versi lain